Proyeksi Pertumbuhan Aset Asuransi 5%-7% di 2026, Jasindo Optimis

Kamis, 12 Februari 2026 | 15:44:56 WIB
Proyeksi Pertumbuhan Aset Asuransi 5%-7% di 2026, Jasindo Optimis

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan sektor asuransi akan mencatatkan pertumbuhan aset antara 5%-7% pada tahun 2026. 

Meskipun proyeksi ini terbilang optimis, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memandang angka tersebut sebagai target yang realistis, dengan beberapa syarat yang perlu dipenuhi. 

Salah satu kunci untuk mencapai proyeksi tersebut, menurut perusahaan, adalah kestabilan kondisi makroekonomi, pasar keuangan yang stabil, dan pengelolaan klaim yang terkendali.

Proyeksi OJK dan Respons Jasindo

Menurut Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, pertumbuhan aset dalam industri asuransi sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. 

“Sebab, pertumbuhan aset pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kinerja premi, hasil investasi, dan kualitas pengelolaan risiko,” ujarnya. 

Proyeksi OJK yang mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5%-7% dianggap sebagai target yang masuk akal, terutama jika kondisi makroekonomi dan pasar keuangan tetap dalam keadaan stabil.

Meskipun begitu, Gema menambahkan bahwa untuk mencapainya, pertumbuhan aset tidak dapat menjadi tujuan yang berdiri sendiri. Menurutnya, pertumbuhan aset harus mencerminkan kinerja yang sehat dari bisnis itu sendiri. 

Oleh karena itu, Jasindo berfokus pada mendorong pertumbuhan premi yang berkualitas dan pengelolaan investasi yang prudent atau hati-hati. 

Dengan kata lain, perusahaan ingin memastikan bahwa setiap keputusan finansial dilakukan secara teliti agar arus kas tetap terjaga dengan baik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Aset Asuransi

Bagi Jasindo, salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi pencapaian target pertumbuhan adalah pengelolaan risiko yang cermat. 

Gema menjelaskan bahwa perusahaan terus memperkuat disiplin underwriting (penjaminan) dan manajemen risiko untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan, seperti risiko bencana alam dan perubahan iklim yang semakin tak terduga. 

Risiko terkait bencana alam dan faktor iklim lainnya, yang dapat mengarah pada peningkatan klaim, menjadi tantangan tersendiri dalam industri asuransi.

“Dengan arus kas yang terjaga dan efisiensi biaya yang disiplin, posisi investasi dan kas dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tambah Gema. 

Oleh karena itu, Jasindo berkomitmen untuk tetap mengelola risiko dengan hati-hati, menjaga prinsip kehati-hatian, dan meminimalkan dampak dari fluktuasi pasar yang tidak terduga. 

Dalam konteks ini, investasi yang bijak dan selektif adalah elemen penting yang membantu perusahaan menjaga kestabilan dan dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kinerja Jasindo yang Stabil dan Fokus pada Kualitas Portofolio

Sebagai gambaran kinerja perusahaan, Gema mengungkapkan bahwa pada November 2025, total aset Jasindo tercatat sebesar Rp14,33 triliun. 

Angka ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, untuk tahun-tahun mendatang, Jasindo menargetkan pertumbuhan aset yang selaras dengan perkembangan bisnis. 

Gema menekankan pentingnya menjaga kualitas portofolio perusahaan agar tetap sehat dan sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah disusun.

“Ke depannya, Asuransi Jasindo menargetkan pertumbuhan aset yang sejalan dengan pertumbuhan bisnis, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio,” ungkap Gema. 

Jasindo berkomitmen untuk terus memperbaiki aspek-aspek fundamental dalam operasionalnya, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan upaya menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

Meski proyeksi OJK terlihat positif, Jasindo tetap mewaspadai berbagai tantangan yang bisa memengaruhi kinerja di 2026. Selain dinamika risiko klaim, tantangan lainnya adalah dampak dari perubahan iklim yang dapat menyebabkan kerugian lebih besar bagi perusahaan asuransi. 

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk terus beradaptasi dengan kondisi pasar yang selalu berubah dan memperbarui strategi mitigasi risiko yang efektif.

Meskipun demikian, Gema optimistis bahwa dengan prinsip kehati-hatian yang diterapkan serta pengelolaan premi yang efisien, Jasindo dapat mengatasi tantangan tersebut dan tetap tumbuh secara berkelanjutan. 

Strategi diversifikasi portofolio, yang melibatkan pembukaan produk-produk asuransi baru serta pengelolaan klaim yang lebih hati-hati, menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin muncul.

Terkini