Jumat, 13 Februari 2026

Rehabilitasi Sarana Pendidikan di Sumatera Terus Berjalan Lancar

Rehabilitasi Sarana Pendidikan di Sumatera Terus Berjalan Lancar
Rehabilitasi Sarana Pendidikan di Sumatera Terus Berjalan Lancar

JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan serta rumah ibadah di beberapa wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus berjalan dengan progres yang signifikan. 

Banyak fasilitas yang terdampak bencana alam mulai kembali beroperasi, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak.

Pemulihan Pasca-Bencana di Sumatera

Baca Juga

Sambangi Dapur MBG Desa Beringin Personel Sampaikan Imbauan Keamanan Dan Kebersihan

Nasruddin Umar mengungkapkan, rehabilitasi sudah dilaksanakan secara bertahap dan kini banyak madrasah yang kembali aktif mengadakan kegiatan belajar-mengajar. 

"Alhamdulillah, kita bisa lihat sudah dilakukan rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan," ujar Menag.

Ini adalah langkah nyata dalam pemulihan pascabencana, di mana pemerintah memprioritaskan rehabilitasi sarana pendidikan untuk mempercepat proses kembalinya pendidikan yang terdampak bencana.

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan skala prioritas untuk perbaikan rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren yang terdampak banjir di Sumatera. 

Bencana tersebut telah memengaruhi sejumlah besar fasilitas pendidikan dan ibadah, sehingga pemulihan ini menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana.

Dampak Banjir pada Fasilitas Pendidikan dan Rumah Ibadah

Banjir yang melanda Sumatera mengakibatkan kerusakan pada sejumlah besar fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Sebanyak 773 madrasah, 1.173 pondok pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 Kantor Urusan Agama (KUA) terkena dampak. 

Dari total tersebut, 110 madrasah masuk dalam kategori rusak parah, sementara 13 lainnya bahkan harus direlokasi.

Menag Nasaruddin Umar menyoroti bahwa meski banyak fasilitas yang rusak, pemerintah telah melakukan upaya keras untuk memperbaiki dan memulihkan operasional berbagai sarana pendidikan dan ibadah. 

“Alhamdulillah, saat ini banyak fasilitas yang sudah berfungsi kembali. Dari 1.066 pondok pesantren yang rusak, semuanya sudah kembali beroperasi. Selain itu, 1.553 rumah ibadah juga sudah digunakan dan 101 KUA telah beroperasi," tambahnya.

Namun, masih ada tantangan dalam menyelesaikan pemulihan, terutama untuk madrasah yang mengalami kerusakan berat. Meski begitu, pemerintah tetap komitmen untuk segera mengatasi masalah ini, dengan menyediakan layanan sementara bagi KUA yang paling parah rusaknya.

Kerja Sama untuk Pembangunan dan Renovasi

Untuk mempercepat proses rehabilitasi, Kemenag bekerja sama dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dalam hal renovasi dan pembangunan gedung madrasah yang rusak. 

Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa kementeriannya telah menyiapkan skema perbaikan bangunan madrasah melalui kolaborasi dengan Kementerian PU.

Pembangunan dan renovasi tersebut melibatkan penggunaan anggaran yang cukup besar untuk memastikan kualitas dan kecepatan perbaikan fasilitas yang rusak. 

"Untuk renovasi dan pembangunan gedung-gedung madrasah, kami bekerja sama dengan Kementerian PU untuk memastikan proses ini berjalan dengan baik," kata Nasaruddin.

 Selain itu, Kemenag juga mengusulkan anggaran untuk mendukung pembangunan kembali fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir.

Anggaran untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Dalam upaya pemulihan, Kemenag juga sudah mengusulkan anggaran yang diperlukan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas yang rusak berat. Menag Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa Kemenag merencanakan rehabilitasi untuk 123 madrasah yang mengalami kerusakan parah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp85,5 miliar.

Selain itu, untuk pondok pesantren yang rusak parah, bantuan rehabilitasi senilai Rp74,1 miliar telah diusulkan. Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi rumah ibadah yang mencapai Rp20 miliar, serta pengadaan lahan dan rekonstruksi untuk satu KUA yang harus dipindah senilai Rp3 miliar.

“Alat-alat berat sudah turun, dan mereka bekerja siang dan malam. Kami melihat hasilnya sudah cukup signifikan. Sebagian besar fasilitas seperti mimbar, sound system, listrik, dan jaringan sudah terpasang dengan baik,” ujar Menag. 

Kemenag berkomitmen untuk memastikan semua fasilitas pendidikan dan ibadah yang terdampak bencana dapat segera berfungsi dengan optimal kembali, guna mendukung kehidupan masyarakat.

Harapan untuk Pemulihan yang Lebih Cepat

Proses rehabilitasi ini diharapkan akan terus berlanjut dan mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak bencana. Selain pemulihan fisik, upaya ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga kelangsungan pendidikan dan kegiatan ibadah di wilayah yang paling membutuhkan. 

Dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, pemulihan sarana pendidikan di Sumatera diharapkan dapat menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Pemerintah juga memastikan bahwa pemulihan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup pemulihan kualitas pendidikan dan kegiatan keagamaan yang dilakukan di madrasah, pondok pesantren, dan rumah ibadah. Sehingga, proses ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat dalam jangka panjang.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

Menteri PPPA Tekankan Perlunya Ruang Digital yang Aman bagi Anak

Menkes: Teknologi Genomik Akan Percepat Penanganan Penyakit di Indonesia

Menkes: Teknologi Genomik Akan Percepat Penanganan Penyakit di Indonesia

Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan

Kemenag Terapkan Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Maluku Sebagai Percontohan

Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek Kamis 12 Februari

Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek Kamis 12 Februari

SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini 12 Februari 2026

SIM Keliling Hadir di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini 12 Februari 2026